Showing posts with label kliru. Show all posts
Showing posts with label kliru. Show all posts

Siklus Cokro Manggilingan


Sejarah ekonomi RI kita mulai dari 1965. Saat itu ekonomi morat marit dan pada 1965 rupia disanering Rp. 1000 menjadi Rp. 1.-. Banyak yang blum tahu bahwa 1959 sedollah = Rp. 11 didevaluasi menjadi Rp. 45.- = menjadi 1/4-nya. Kisah 2,500 menjadi 7,500 atau 1/3-nya tidak lebih buruk dari 1959. Kemudian datang Era Orde Baru dengan Widjojo cs sebagai the mastermind. Tokoh2nya antara lain :
Sejarah PDB RI
1967 5,981
1968 7,467
1969 8,799
1970 9,657
1971 9,849
1972 11,605
1973 17,171
1974 27,228
1975 32,148
1976 39,329
1977 48,396
1978 54,298
1979 55,123
1980 78,013
1981 92,474
1982 94,715
1983 85,369
1984 87,612
1985 87,339
1986 80,061
1987 75,930
1988 88,788
1989 101,455
1990 114,427
1991 128,168
1992 139,116
1993 158,007
1994 176,892
1995 202,132
1996 227,370
1997 215,749
1998 95,446
1999 140,001
2000 165,021
2001 160,446
2002 195,660
2003 234,773
2004 256,835
2005 286,961
2006 364,459
2007 420,000
2008 470,000
Pada 1967 RI mewarisi ekonomi bobrok jaman Orde Lama dengan PDB hanya 6 milyar dollah. Pelan2 dengan 'mafia Berkeley' sebagai the master mind RI selama 30 tahun RI beringsut dengan mengalami pasang surut mencapai PDB 215 milyar dollah pada 1997. Pada 1998 seperti kita ketahui RI mengalami 'Cokro Manggilingan' sedemikian rupa sehingga PDB jatuh menjadi 95 milyar dollah.

Tahun sesudah 1998 adalah era Boediono ketika ia sebagai sang mastermind mampu meng angkat RI kembali bahkan melampaui tahun2 kejatuhan 1997
yaitu 215. Pada tahun 2008 PDB-RI sudah mampir menembus 1/2 triliun dollah. Jika sejarah itu kita plot dengan bar-chart tampak jelas fenomena Cokro Manggilingan, bahwa sesuatu itu seperti roda yang ber-putar. Ada saat2 tertentu berada dipuncak dan ada saat tertentu berada dititik nadir. Balok2 merah menjukkan titik2 nadir ketika secara bersamaan PDB dan dollah anjlok. Itu terjadi karena PDB dalam dollah sehingga kalo rupia jatoh otomatis PDB jatoh.
Namun demikian plot ini sangat jelas bahwa kejatuhan ini sifatnya siklis, melalui suatu interval waktu tertentu. Dalam hal ini interval adalah sepuluh tahun.

Berikut catatan devaluasi rupia
1. Dari 1966 sampai 1977 rupia dipatok sedollah = 378
2. Pada 1977 terjadi devaluasi I, dari 378 ke 415
3. Pada 1978 devaluasi II, dari 415 ke 626
4. Pada 1983 devaluasi II dari 625 ke 970
5. Pada 1986 devaluasi III dari 970 ke 1,130
6. Seterusnya devaluasi diam2 dengan menurunkan nilai rupia sikit demi sikit
7. Krisis 1998 dari 2,500 ke 7,500.

Peristiwa2 devaluasi sifatnya acak tetapi anehnya PDB bersifat periodik dengan unterval tertentu anjlog. Biasanya dampak devaluasi adalah pada tahun berikutnya maka jika 1978 terjadi devaluasi pada tahun 1979 barulah kelihatan PDB anjlog.

Cokro Manggilingan bernuansa mistis, istilah textbook adalah business cycle. Itu adalah rangkaian resesi - jatuh - pemulihan- puncak - resesi - jatuh - pemulihan- puncak - resesi - jatuh - dst. Atau ekspansi - kontraksi - ekspansi - kontraksi - ekspansi - kontraksi - dst. Kata itu dalam bahasa Ki Ageng Sûryo Mentaram itu adalah fenomena mulûr-mungkret = ekspansi-kontraksi.

Siklus Cokro manggilingan bisa dilihat juga dari Index Harga Saham Gabungan atau IHSG. Tampak adanya sikuls resesi - pemulihan - ekapansi dan jatoh

http://i373.photobucket.com/albums/oo173/potrekku/cokroihsg.jpg

Dari situ berdasarkan statistik kita menujum bahwa dalam 10 tahun mendatang akan terjadi peristiwa2 sbb :

1. Masa resesi dimulai dari akir 2008 barangkali bisa segera pulih sebelum akir 2010. Hali ini disebabkan karena RI hanyalah terkena imbas krisis USA. Kedua, dengan PDB hampir 1/2 triliun dollah, rangking 20-an dari 200an negara, RI cukup besar untuk menahan benturan. Size does matter.



2. Masa pemulihan RI sangat tergantung pemulihan negara2 lain. Jika negara2 lain resesi berkepanjangan maka RI juga akan lama untuk pulih. Katakan saja dari 2010-2012 adalah masa pemulihan.

3. 5 tahun sesudah masa pemulihan, katakan saja sejak 2012 - 2017 akan terjadi ekspansi yang disusul dengan jatuh lage pada tahun 2018 +/- 2.

Ada dua orang, sebut saja namanya jamapa kwadrat, terlibat sejak 1998. Yang satu ngurusi politik dan keamanan satunya ngurusi ekonomi. Jika kondisi dunia pulih kemungkinan jamapa kwadrat ini mampu mengantar RI untuk masuk ke masa ekspansi sebelum masa bakti berakir. Perhatikan jari2nya

http://www.kontekaja.com/media/20090521_610x.jpg

Ilmu Palak dan (k)Utang (II)


Tabel sebelah adalah sejarah hutang RI sejak 2001. Hutang semakin lama semakin besar tetapi jika hutang dinyatakan dalam dollah kenaikan hutang rata2 pertahun hanyalah 0.7%
http://www.tempo.co.id/hg/photostock/2005/02/11/s_K1A28304.jpg
Hutang RI
Thn Rp Dollah
triliun milyar
2001 1,263 154
2002 1,249 148
2003 1,240 143
2004 1,275 142
2005 1,268 137
2006 1,310 138
2007 1,387 142
2008 1,623 161
2009 1,667 161

Suatu usaha yang berkembang baik akan meningkat omzetnya, labanya, mesin2nya, karyawan2nya, pelanmggannya, dll dan juga modalnya. Terkadang pertumbuhan lebih cepat dari pertambahan modal. Untuk itu si E bisa mengajak I kongsian tetapi I bukan mitra yang murah karena ia menuntut marjin laba yang setara. Yang lebih narimo ing pandhum adalah K, ia hanya menuntut imbalan yang rendah. Tanpa utang pertumbuhan omzet akan sangat lambat.

Demikian pula halnya dengan suatu negara. Ukurannya bukan omzet tetapi PDB = Produk Domestik Bruto atau GDP = Gross Fomestic Bruto. PDB bisa diukur dengan dua cara yaitu

PDB = konsumsi + investasi + belanja negara + ekspor - impor.
PDB = sewa + upah/gaji + riba + laba.

Dari situ kelihatan bahwa semangkin banyak belanja semangkin PDB naik, semangkin banyak yang upahnya naik semangkin baik. dari situ kelihatan sosok Pareto, siapakah gerangan penyumbang PDB terbesar? Upah?, Gaji? Riba Deposito? Bukan, yang terbesar adalah LABA. Yang dihasilkan oleh E+I. Bill adalah ikon E dan Warren adalah ikon I. Lihat rajah jarinya

Bill
Image

Untuk mengimbangi pertambahan PDB kadang2 modal negara tidak cukup dan harus 'diganjal' dengan utang. Simaklah sejarah PDB RI, dalam milyar dollah.

1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
95,4 140,0 150,2 141,2 172,9 208,3 256,0 284,0 364,2 420,0 467,0

1998 adalah tahun kita kejeblos diikuti dengan tahun pemulihan dan mulai melaju dan saat ini terganjal lagi oleh krisis USA. Sejak 1998

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
771 933 1,100 1,181 1,303 1,644 1,868 2,053
Pendapatan perkapita naik sikit demi siki

Suatu hutang dinilai baik atau buruk melalui beberapa kriteria. Pada perusahaan2 misalnya dinilai apakah rasio modal-utang cukup. Untuk negara ukurannya adalah rasio utang terhadap PDB.

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009
77% 67% 61% 56% 47% 39% 35,8% 34.7% 31.1%

Utang RI dari tahun ketahun naik tetapi bukan itu ukurannya, ukurannya adalah rasio utang terhadap PDB yang semangkin lama semangkin mengecil. Tampak jelas bahwa utang RI sangat sehat bahkan kekecilan karena untuk ukuran Eropah debt-to-GDP ratio sebaiknya dibawah 60%. Lihat peta sbb :

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b8/PublicDebtTriade.PNG/800px-PublicDebtTriade.PNG

Jepang adalah negara dengan rasio gila2an, negara kemblegan utang. Utang dari siapa? Warganya sendiri!!!. USA (biru) dan Jerman mencapai rasio lebih dari 60%, apalagi sekarang ketika negara2 harus menalangi persero2nya yang sekarat.

PDB = konsumsi + investasi + belanja negara + ekspor - impor.

Jaman HMS negara aktif melakukan 'belanja negara' berrupa Repelita I sampai V. Jaman itu, mengikiti hukum Pareto barangkali 80% PDB adalah akibat belanja negara. Semangkin bertambah tahun belanja negara, dibanding investasi swasta, semangkin mengecil. Inilah NeoLiberalisme. Peran negara dipasar berkurang digantikan oleh 'pelaku pasar. Sikit demi sikit lama2 jadi bukit.

Siapakah gerangan arkitek yang berperan besar dalam menciptakan indikator2 yang mengesankan seperti ini? Lihat karirnya, lihat rajahnya

http://www.bloomberg.com/apps/data?pid=avimage&iid=igPEbFL_rcOg


1. Pada Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999) pimpinan Presiden BJ Habibie, Boediono menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

2. Boediono juga pernah menjabat Menteri Keuangan Indonesia dalam Kabinet Gotong Royong (2001–2004) pada masa pemerintahan Presiden Megawati Sukarnoputri.

3. Boediono menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu (5 Desember 2005 – 17 Mei 2008)

4. Sekarang menjadi cawapres

5. Rekam jejaknya sejak 1998
a. PDB naik dari 95 ke 467 milyar dollah
b. Pendapatan perkapita naik dari 770 menjadi lebih dari 2,000
c. Rasio utang menurun dari 77% menjadi 31%




Ilmu Palak dan (k)Utang (I)


Ini adalah sambungan dari artikel tentang Neo Liberalisme dan Hukum Pareto. Ilmu Palak, bukan Falak adalah plesetan dari pajak. Sebagai pengetahuan yang sangat mendasar bagi mereka yang tidak pernah mendapat kuliah ekonomi dasar serta posisinya jauh panggang dari api sehingga bisa mengikuti wacanA2 tentang palak dengan baik.

Kebijakan ekonomi ada banyak tetapi mengikuti hukum Pareto hanya do-re-mi yang vital. Dari yang vital2 itu ada dua yang sangat vital yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kebijakan Moneter dijalankan oleh otoritas Moneter yaitu Bank Indonesia yang sekarang dijabat Boediono. Antara lain mengatur tingkat riba, jumlah uang beredar dan valas. Dengan instrumen itu negara bisa ngegas atau mempercepat laju pertumbuhan dengan tingkat riba yang rendah dan sebaliknya mengerem dengan menaikkan tingkat suku bunga. Atau ngumpeti uang dibawah bantal BI untuk mengerem serta mencetak uang untuk nge-gas roda ekonomi.

Keliru sekali pendapat bahwa NeoLib sama sekali tak ada campur tangan negara, jelas ada. Bahkan dinegara paling liberalpun Bank Sentral memainkan peranan sentral yang penting. Itu sebabnya otoritas moneter kepalanya adalah Gubernur setingkat menteri. Ia harus independen dari politik, biarpun dalam praktek tidak bisa 100% bebas. Dolo RI menganut rezim valas yang diatur negara. Akibatnya beberapa kali terjadi devaluasi dan pada puncaknya pada 1998 negara sudah tak mampu lagi dan rupiah jatuh dari 2500 sedollah menjadi 7500an. Kisah itu adalah ilustrasi bahwa negara tak selalu bisa intervensi dan NeoLib MEMAKSA masuk. Kini RI adalah penganut rezim devisa bebas. Nilai tukar ‘diserahkan’ kepada pasar

Thn Rupia Dollah %
triliun milyar
1994 44.4 20.2 66.9
1995 48.7 21.2 66.7
1996 57.3 23.9 65.4
1997 70.9 28.4 63.2
1998 102.4 13.7 64.8
1999 126.0 16.3 61.6
2000 115.9 14.6 56.5
2001 185.5 22.6 61.7
2002 210.1 24.9 70.4
2003 242.0 27.8 71.0
2004 280.6 31.3 69.6
2005 347.0 37.6 70.3
2006 409.2 43.1 64.3
2007 489.9 50.1 71.9
2008 592.0 58.7 76.0
Kebijakan yang lain adalah kebijakan Fiskal terdiri dari dua macam yaitu (a) pendapatan negara dan bagaimana (b) membelanjakannya. Pendapatan negara ada banyak semisal hasil bumi, tambang, laut, palak, juwal harta, utang, hibah, dll. Disini berlaku hukum Pareto, dari sekian banyak sumber pendapatan negara yang paling vital adalah uang palak. Simak sejarah uang palak di RI tabel sebelah :

Sejak 15 tahun yll pendapatan dari palak naik dari 44t menjadi 600an T. Sangat besar, tetapi kalo kita nyatakan dalam dollah, maka kenaikan pendapatan dari palak rata2 hanya naik 7.8% pertahun. Pada kolom %, itu adalah proporsi pendapatan dari palak, bertambah tahun bertambah besar mendekati angka Pareto 80%. 15 tahun yang lalu pendapatan palak hanya 67% sekarang 77%, dan tahun2 mendatang akan semangkin besar. Dolo, dizaman HMS pendapatan negara dari palak sangat kecil.
Ada banyak jenis palak dan mengikuti hukum Pareto, dua yang kontribusinya besar yaitu PPh atau pajak penghasilan dan PPN = Pajak Pertambahan Nilai. Siapakah gerangan pembayar PPh dan PPN terbesar? Siapa lagi kalo bukan Persero dan Orang2 sangat kaya. Semangkin sedikit persero dan orang kaya semangkin sedikit uang palak diperoleh dan sebaliknya semangkin banyak Persero dan orang2 kaya, sepanjang bukan dengan cara jahat, semangkin besar pendapatan palak semangkin mampu negara melakukan pemerataan.

Saat ini negara sedang menjalankan kebijakan fiskal berupa penurunan pajak. Pajak pesero yang semula dijaman saya aktip 35% turun menjadi 28% dan pajak pribadi yang dari 35% menjadi 30%. Sebagai perbandingan Pajak Persero Malaysia 26% dan pajak pribadi 28%. Kebijakan penurunan pajak ini adalah model Reaganomics, pelopor Neo Liberalisme. Akibat potongan pajak pendapatan negara akan menurun. Dari 600t palak, PPh kira2 300t. Akibat penurunan ini ada kira2 60t tidak masuk ke kas negara dan 80% atau 50t jatuh ketangan persero2 dan orang2 yang sangat kaya.

Seolah negara menyerahkan uang 60t kepada swasta. Ini adalah neo liberal dimana negara menyerahkan kepada swasta duwitnya mau buat investasi apa. Uang2 yg jatu ke, sebut saja E(ntrepreneurs) akan dipakai untuk menarik mitranya yaitu I(investor) untuk ekspansi dan pada gilirannya menarik mitra satunya lagi yaitu K(reditor) sedemikian rupa shg katakan saja uang 50t berlipat ganda menjadi 130t. Masih ingat kuliah Dasar2 Kapitalisme tentang persekutuan trio E+I+K yang mampu melipatgandakan modal? E mendapatkan limpahan uang palak 50t ibarat 'modalnya' menjadi besar. I langsung nepsong dan K terbirit menawarkan (k)utang.


Masih ingat slogan kapitalisme bahwa Zize does matter?


Sekilas sepertinya negara menyerahkan 60t tetapi sebenernya itu umpan, ia memancing munculnya pelipat gandaan dari mekanisme kapitalisme. Throw peanuts you get monkey. Kalo umpannya hanya kacang, monyet2 yang datang. Berikan umpan yang lebih besar agar menarik yang lebih besar. Lantas, bagaimana negara mengatasi tekor akibat uang palak berkurang?

Ini bisa diatasi dengan dua jalan yaitu (a) ekstensifikasi pajak dan (b) utang. Ekstensifikasi pajak berarti obyek2 yang bisa dipalak diperbanyak sedemikan rupa sehingga kelak misalnya orang kelonan, apalagi bukan dengan pasangannya, akan kena palak. Sebaliknya, yang impoten, yang andropause, dll, akan mendapat hadiah dari kantor palak. APBN 2009 merencanakan pendapatan palak 726t, naik dari 2008 yang kurang dari 600t akibat ekstensifikasi obyek palak.

Selain dari palak negara memakai utang untuk menyelenggarakan ekonomi negara. Semua Negara didunia ngutang, RI bukan satu2 nya. Lihat tabel berikut

Hanya dijaman purba negara2 tak memiliki (k)utang.
No NEGARA UTANG

World (Total) 53,970,000,000,000
1 United States 12,250,000,000,000
2 United Kingdom 10,450,000,000,000
3 Germany 4,489,000,000,000
4 France 4,396,000,000,000
5 Italy 2,345,000,000,000
6 Netherlands 2,277,000,000,000
7 Spain 2,047,000,000,000
8 Ireland 1,841,000,000,000
9 Japan 1,492,000,000,000
10 Switzerland 1,340,000,000,000
11 Belgium 1,313,000,000,000
12 Australia 824,900,000,000
13 Canada 758,600,000,000
14 Austria 752,500,000,000
15 Sweden 598,200,000,000
16 Hong Kong 588,000,000,000
17 Denmark 492,600,000,000
18 Norway 469,100,000,000
19 Portugal 389,500,000,000
20 China 363,000,000,000
21 Russia 343,100,000,000
22 Finland 271,200,000,000
23 Turkey 247,200,000,000
24 Brazil 223,900,000,000
25 Korea, South 220,100,000,000
26 Mexico 179,700,000,000
27 Poland 169,500,000,000
28 India 148,100,000,000
29 Indonesia 140,700,000,000
30 Argentina 135,400,000,000
31 Hungary 125,900,000,000
32 Iraq 100,900,000,000
33 Taiwan 98,440,000,000
34 Kazakhstan 96,370,000,000
35 Israel 89,950,000,000
36 Greece 86,720,000,000
37 Czech Republic 76,760,000,000
38 Romania 72,360,000,000
39 Ukraine 69,190,000,000
40 Philippines 61,830,000,000
41 Thailand 58,500,000,000
42 United Arab Emirates 57,520,000,000
43 Malaysia 53,450,000,000
44 Saudi Arabia 52,080,000,000
45 New Zealand 50,070,000,000
46 Chile 49,650,000,000
47 Croatia 45,290,000,000
48 Venezuela 41,520,000,000
49 Colombia 41,160,000,000
50 Slovenia 40,420,000,000
51 South Africa 39,710,000,000
52 Pakistan 39,230,000,000
53 Slovakia 36,630,000,000
54 Kuwait 34,670,000,000
55 Bulgaria 34,440,000,000
56 Latvia 33,530,000,000
57 Qatar 33,090,000,000
58 Lebanon 31,520,000,000
59 Peru 31,070,000,000
60 Egypt 30,200,000,000
61 Sudan 29,510,000,000
62 Cyprus 27,690,000,000
63 Lithuania 27,190,000,000
64 Serbia 26,240,000,000
65 Singapore 25,590,000,000
66 Estonia 23,080,000,000
67 Vietnam 21,690,000,000
68 Bangladesh 21,230,000,000
69 Iran 20,650,000,000
70 Morocco 19,910,000,000
71 Tunisia 19,270,000,000
72 Monaco 18,000,000,000
73 Ecuador 16,930,000,000
74 Cuba 16,790,000,000
75 Cote d’Ivoire 13,990,000,000
76 Korea, North 12,500,000,000
77 Sri Lanka 12,190,000,000
78 Uruguay 11,420,000,000
79 Panama 10,450,000,000
80 Dominican Republic 10,210,000,000
81 Congo 10,000,000,000
82 Jamaica 9,657,000,000
83 El Salvador 9,574,000,000
84 Angola 8,234,000,000
85 Jordan 8,206,000,000
86 Nigeria 8,031,000,000
87 Afghanistan 8,000,000,000
88 Bahrain 7,895,000,000
89 Costa Rica 7,422,000,000
90 Burma 7,133,000,000
91 Belarus 6,889,000,000
92 Kenya 6,713,000,000
93 Bosnia and Herzegovina 6,700,000,000
94 Syria 6,465,000,000
95 Yemen 6,044,000,000
96 Guatemala 5,908,000,000
97 Oman 5,297,000,000
98 Zimbabwe 5,155,000,000
99 Congo, Republic of the 5,000,000,000
100 Ghana 4,898,000,000
101 Gabon 4,895,000,000
102 Libya 4,837,000,000
103 Madagascar 4,600,000,000
104 Georgia 4,500,000,000
105 Bolivia 4,492,000,000
106 Algeria 4,392,000,000
107 Tanzania 4,379,000,000
108 Mozambique 4,168,000,000
109 Macedonia 3,967,000,000
110 Uzbekistan 3,927,000,000
111 Cambodia 3,891,000,000
112 Paraguay 3,605,000,000
113 Honduras 3,410,000,000
114 Nicaragua 3,335,000,000
115 Guinea 3,307,000,000
116 Moldova 3,300,000,000
117 Liberia 3,200,000,000
118 Laos 3,179,000,000
119 Iceland 3,073,000,000
120 Nepal 3,070,000,000
121 Somalia 3,000,000,000
122 Kyrgyzstan 2,966,000,000
123 Trinidad and Tobago 2,826,000,000
124 Mali 2,800,000,000
125 Netherlands Antilles 2,680,000,000
126 Ethiopia 2,622,000,000
127 Zambia 2,598,000,000
128 Cameroon 2,555,000,000
129 Azerbaijan 2,399,000,000
130 Mauritius 2,136,000,000
131 Senegal 2,130,000,000
132 Niger 2,100,000,000
133 Togo 2,000,000,000
134 Sierra Leone 1,610,000,000
135 Chad 1,600,000,000
136 Papua New Guinea 1,595,000,000
137 Tajikistan 1,560,000,000
138 Albania 1,550,000,000
139 Uganda 1,498,000,000
140 Haiti 1,463,000,000
141 Mongolia 1,438,000,000
142 Rwanda 1,400,000,000
143 Turkmenistan 1,400,000,000
144 Armenia 1,372,000,000
145 Burkina Faso 1,330,000,000
146 Belize 1,200,000,000
147 Burundi 1,200,000,000
148 Guyana 1,200,000,000
149 Benin 1,200,000,000
150 Central African Republic 1,153,000,000
151 Seychelles 1,059,000,000
152 Guinea-Bissau 941,500,000
153 Namibia 941,100,000
154 Malawi 894,000,000
155 Lesotho 689,000,000
156 Barbados 668,000,000
157 Montenegro 650,000,000
158 Gambia, The 628,800,000
159 Bhutan 593,000,000
160 Swaziland 524,000,000
161 Suriname 504,300,000
162 Maldives 482,000,000
163 Aruba 478,600,000
164 Djibouti 428,000,000
165 Botswana 408,000,000
166 Antigua and Barbuda 359,800,000
167 Grenada 347,000,000
168 Bahamas, The 342,600,000
169 Equatorial Guinea 341,000,000
170 Cape Verde 325,000,000
171 Sao Tome and Principe 318,000,000
172 Saint Kitts and Nevis 314,000,000
173 Eritrea 311,000,000
174 Saint Lucia 257,000,000
175 Comoros 232,000,000
176 StVincent+Grenadines 223,000,000
177 Dominica 213,000,000
178 Malta 188,800,000
179 Samoa 177,000,000
180 Solomon Islands 166,000,000
181 Bermuda 160,000,000
182 Cook Islands 141,000,000
183 Fiji 127,000,000
184 Marshall Islands 86,500,000
185 Vanuatu 81,200,000
186 Tonga 80,700,000
187 New Caledonia 79,000,000
188 Cayman Islands 70,000,000
189 Faroe Islands 64,000,000
190 Micronesia 60,800,000
191 British Virgin Islands 36,100,000
192 Nauru 33,300,000
193 Greenland 25,000,000
194 Kiribati 10,000,000
195 Montserrat 8,900,000
196 Anguilla 8,800,000
197 Wallis and Futuna 3,670,000
198 Niue 418,000
199 Brunei -
200 Liechtenstein -
201 Palau -
202 Macau -

Dari 200an negara hanya ada 4 seperti Brunei dan Makao yang tidak punya (k)utang. lainnya adalah negara2 ber(k)kutang. 5% dari 200 negara = 10 negara utangnya sudah 80% dari total utang 54t dollah. Pengutang berat itu adalah USA, UK, Jerman, Prancis, Itali, Belanda, Sepanyol, Irlandia, Jepang dan Swis. RI rangking ke 29 dengan utang sekarang 160 milyar dollah, kecil sekali dibandingkan dengan top-ten. Akibatnya negara2 lain banyak yang (k)utangnya kekecilan seperti dibawah ini


Menurut hukum Pareto bagian kecil, yaitu yang tidak tertutup (k)utang, nilanya 80%.
Bersambung ke jilid dua
 

Xibroto Files

Friends

About Us

Xibroto Files Copyright © 2009 BeepTheGeek is Designed by Gaganpreet Singh