Siklus Cokro Manggilingan


Sejarah ekonomi RI kita mulai dari 1965. Saat itu ekonomi morat marit dan pada 1965 rupia disanering Rp. 1000 menjadi Rp. 1.-. Banyak yang blum tahu bahwa 1959 sedollah = Rp. 11 didevaluasi menjadi Rp. 45.- = menjadi 1/4-nya. Kisah 2,500 menjadi 7,500 atau 1/3-nya tidak lebih buruk dari 1959. Kemudian datang Era Orde Baru dengan Widjojo cs sebagai the mastermind. Tokoh2nya antara lain :
Sejarah PDB RI
1967 5,981
1968 7,467
1969 8,799
1970 9,657
1971 9,849
1972 11,605
1973 17,171
1974 27,228
1975 32,148
1976 39,329
1977 48,396
1978 54,298
1979 55,123
1980 78,013
1981 92,474
1982 94,715
1983 85,369
1984 87,612
1985 87,339
1986 80,061
1987 75,930
1988 88,788
1989 101,455
1990 114,427
1991 128,168
1992 139,116
1993 158,007
1994 176,892
1995 202,132
1996 227,370
1997 215,749
1998 95,446
1999 140,001
2000 165,021
2001 160,446
2002 195,660
2003 234,773
2004 256,835
2005 286,961
2006 364,459
2007 420,000
2008 470,000
Pada 1967 RI mewarisi ekonomi bobrok jaman Orde Lama dengan PDB hanya 6 milyar dollah. Pelan2 dengan 'mafia Berkeley' sebagai the master mind RI selama 30 tahun RI beringsut dengan mengalami pasang surut mencapai PDB 215 milyar dollah pada 1997. Pada 1998 seperti kita ketahui RI mengalami 'Cokro Manggilingan' sedemikian rupa sehingga PDB jatuh menjadi 95 milyar dollah.

Tahun sesudah 1998 adalah era Boediono ketika ia sebagai sang mastermind mampu meng angkat RI kembali bahkan melampaui tahun2 kejatuhan 1997
yaitu 215. Pada tahun 2008 PDB-RI sudah mampir menembus 1/2 triliun dollah. Jika sejarah itu kita plot dengan bar-chart tampak jelas fenomena Cokro Manggilingan, bahwa sesuatu itu seperti roda yang ber-putar. Ada saat2 tertentu berada dipuncak dan ada saat tertentu berada dititik nadir. Balok2 merah menjukkan titik2 nadir ketika secara bersamaan PDB dan dollah anjlok. Itu terjadi karena PDB dalam dollah sehingga kalo rupia jatoh otomatis PDB jatoh.
Namun demikian plot ini sangat jelas bahwa kejatuhan ini sifatnya siklis, melalui suatu interval waktu tertentu. Dalam hal ini interval adalah sepuluh tahun.

Berikut catatan devaluasi rupia
1. Dari 1966 sampai 1977 rupia dipatok sedollah = 378
2. Pada 1977 terjadi devaluasi I, dari 378 ke 415
3. Pada 1978 devaluasi II, dari 415 ke 626
4. Pada 1983 devaluasi II dari 625 ke 970
5. Pada 1986 devaluasi III dari 970 ke 1,130
6. Seterusnya devaluasi diam2 dengan menurunkan nilai rupia sikit demi sikit
7. Krisis 1998 dari 2,500 ke 7,500.

Peristiwa2 devaluasi sifatnya acak tetapi anehnya PDB bersifat periodik dengan unterval tertentu anjlog. Biasanya dampak devaluasi adalah pada tahun berikutnya maka jika 1978 terjadi devaluasi pada tahun 1979 barulah kelihatan PDB anjlog.

Cokro Manggilingan bernuansa mistis, istilah textbook adalah business cycle. Itu adalah rangkaian resesi - jatuh - pemulihan- puncak - resesi - jatuh - pemulihan- puncak - resesi - jatuh - dst. Atau ekspansi - kontraksi - ekspansi - kontraksi - ekspansi - kontraksi - dst. Kata itu dalam bahasa Ki Ageng Sûryo Mentaram itu adalah fenomena mulûr-mungkret = ekspansi-kontraksi.

Siklus Cokro manggilingan bisa dilihat juga dari Index Harga Saham Gabungan atau IHSG. Tampak adanya sikuls resesi - pemulihan - ekapansi dan jatoh

http://i373.photobucket.com/albums/oo173/potrekku/cokroihsg.jpg

Dari situ berdasarkan statistik kita menujum bahwa dalam 10 tahun mendatang akan terjadi peristiwa2 sbb :

1. Masa resesi dimulai dari akir 2008 barangkali bisa segera pulih sebelum akir 2010. Hali ini disebabkan karena RI hanyalah terkena imbas krisis USA. Kedua, dengan PDB hampir 1/2 triliun dollah, rangking 20-an dari 200an negara, RI cukup besar untuk menahan benturan. Size does matter.



2. Masa pemulihan RI sangat tergantung pemulihan negara2 lain. Jika negara2 lain resesi berkepanjangan maka RI juga akan lama untuk pulih. Katakan saja dari 2010-2012 adalah masa pemulihan.

3. 5 tahun sesudah masa pemulihan, katakan saja sejak 2012 - 2017 akan terjadi ekspansi yang disusul dengan jatuh lage pada tahun 2018 +/- 2.

Ada dua orang, sebut saja namanya jamapa kwadrat, terlibat sejak 1998. Yang satu ngurusi politik dan keamanan satunya ngurusi ekonomi. Jika kondisi dunia pulih kemungkinan jamapa kwadrat ini mampu mengantar RI untuk masuk ke masa ekspansi sebelum masa bakti berakir. Perhatikan jari2nya

http://www.kontekaja.com/media/20090521_610x.jpg

0 komentar:

 

Xibroto Files

Friends

About Us

Xibroto Files Copyright © 2009 BeepTheGeek is Designed by Gaganpreet Singh